RSS

Cerita tentang Kesempurnaan Niat.

05 Mei

Bismillahirrahmanirrohim..

Memohonlah kepada Allah. Bahkan untuk sesuatu yang kita anggap tidak mungkin. Sebab Allah Teramat Kuasa untuk menjadikan apa yang menurut kita tidak mungkin, menjadi mungkin.”

Apa yang akan diceritakan disini adalah salah satu kisah tentang berhaji. Memang, ketika bercerita tentang haji, banyak sekali tampak kekuatan niat. Orang-orang tua banyak yang percaya bahwa kekuatan niat akan bisa membawa orang kemudian duduk bersimpuh di Tanah Haram, di Baitullah.

Mudah-mudahan anda belum bosan membaca kisah sukses seseorang yang bisa berangkat haji dengan kekuatan niat, kekuatan kebaikan, ketulusan berdo’a, dan keyakinan akan kebaikan Allah Yang Maha Mengabulkan.

Insya Allah semoga cerita ini memberikan ibroh bagi kita semua akan keutamaan niat, kekuatan kebaikan, ketulusan berdo’a dan keyakinan akan kebaikan Allah SWT.

Begini cerita lengkapnya,

Seorang sahabat, Haji Paryadi dari Boyolali, Seorang Jamaah Pengajian Bani Adam, bercerita dengan semangat. Di Boyolali, ada seorang tukang becak yang memiliki “Hari Khusus Bersedekah”.

Maksudnya?

Tukang becak ini setiap hari Jum’at, bersedekah tenaga. Setiap pelanggannya yang naik becak di hari Jum’at ia gratiskan. Alias tidak dipungut bayaran. Dia kepingin dengan cara ini, ia bisa sampai kepada kebaikan Allah  dan kemudian membawanya bisa ke Baitullah, ke rumah Allah.

Dari Haji Puryadi cerita bahwa beberapa hari yang lalu, tukang becak itu memang baru saja pulang dari tanah suci. Ia berhasil mewujudkan mimpinya. Benar-benar Allah Maha Rahman Maha Rahim.

Bagaimana ceritanya?

Suatu hari ia mendapatkan penumpang. Seorang dosen. Kebetulan di hari Jum’at. Ketika dosen itu turun dan mau membayar, tukang becak itu menolak. Ini hari Jum’at, katanya. Sedang hari Jum’at ini adalah hari khususnya bersedekah. Yah, walaupun hanya bersedekah tenaga.

Dosen itu semula menegurnya. Tidak baik memaksakan diri. Tetapi tukang becak itu bilang, ia bukan sedang memaksakan diri. Ia hanya kepingin menunjukkan kepada Allah, bahwa dia bisa maksimal dalam bersedekah.

Ketika ditanya motivasinya apa? Tukang becak ini bercerita kepada dosen tersebut bahwa dia kepingin sekali berangkat haji.

Subhanallah, rupanya hari itu memang Allah, Pengendali kejadian di dunia ini berkehendak mempertemukan dosen tersebut dengan tukang becak ini. Dan akhirnya, tukang becak ini dipergihajikan oleh dosen tersebut.!

Kemudahan Memang Milik Allah.

Lain lagi cerita tentang  seorang guru yang sangat berniat pindah ke pedalaman. Guru ini berbeda dengan guru yang lainnya dan juga berbeda dengan kita. Biasanya, seseorang menghendaki bertugas di kota. Bahkan kalau bisa di pusat kota, seseorang kepingin berkiprah di pusat kota. Tetapi guru ini malah kepingin sekali untuk bisa mengajar di daerah pedalaman.

Salah satu alasannya adalah, agar niat tulusnya mengajar, bisa selamat.

Yah, kita boleh saja tidak setuju dengan guru ini. Di daerah pedalaman sediri pun godaan perubahan niat, dari karena Allah menjadi karena yang lainnya, tetap saja bisa terjadi.

Dalam satu kesempatan, guru ini bergabung dengan sebuah lembaga dakwah yang membuka pendidikan gratis di daerah. Honornya tidak ada. Bahkan lembaga pendidikan ini “agak aneh”, menurut sistem manajemen modern, yaitu bahwa guru yang bersedia dikirim ke daerah benar-benar tidak dikasih bekal apa-apa. Dan yang disebut “membuka pendidikan” baru di daerah tersebut adalah hanya sebuah semangat jihad pendidikan saja. Disana belum ada persiapan gedung dan persiapan yang lainnya.

Dengan didukung cinta kasih istrinya, guru ini berangkat. Berangkat ke daerah yang sama sekali dia belum pernah kenal. Bekalnya hanya satu orang kenalan baru dia yang menjadi satu-satunya penghubung antara lembaga dakwah tersebut dengan kampung tujuan.

Tetapi Allah memang Maha Besar. Sampai disana, ia diserahi surau kecil. Di surau itulah ia memulai.

Dan secuplik kisah diatas itulah adalah kisah di tahun 90-an. Kini, surau tersebut sudah tidak nampak lagi. Berganti dengan gedung yang tidak bisa disebut gedung sederhana. Di lokasi surau tersebut, berdiri 2 gedung dengan 3 lantai, dengan masing-masing 9 lokal setiap lantainya. Dengan 54 lokal, di luar gedung administrasi dan lainnya, surau kecil tersebut menjelma menjadi pusat pendidikan yang bermutu. Jumlah siswanya saat ini tidak kurang dari 2.000 Orang.

Lihatlah, bagaimana Allah menggerakkan kekuatan niat. Niat yang tulus, rupanya tetap membawa perubahan yang dahsyat.

Tentu saja, lebih baik kita memiliki strategi, memiliki perencanaan yang matang, dan memiliki persiapan yang juga baik. Tetapi pengalaman banyak membuktikan bahwa Insya Allah, asal niatnya baik, tujuannya baik, dan kemudian bergulir dengan semangat mengabdi kepada Allah yang tulus, hasilnya akan maksimal juga.

Ketika ditanya kepada sang guru tersebut, guru ini menambahkan bahwa kemauan terus belajar dan mengembangkan diri, meski ada di daerah pedalaman, Insya Allah yang telah membuat lembaga pendidikan ini menjadi berkembang.

Daan kata si guru ini, ketika sadar bahwa dia tidak memiliki apa-apa, saat itulah dia juga sadar bahwa dia ini memiliki Allah. Dan masih kata guru ini, “memiliki” Allah adalah lebih dari segalanya.

Shalat mlam, shalat dhuha, sholat hajat, puasa sunah Nabi Daud adalah senjatanya. Di saat malam, dia bersepi-sepi dengan Allah. Dibantu dengan beberapa santrinya di awal-awal perjuangan, ia menegakkan sholat malam. Bahkan santrinya pun diajak menegakkan amaliyah-amaliyah sunah yang lain seperti disebut diatas. Dan kebiasaan ini terus dihidupkan hingga ketika ia sudah berjaya.

Saudaraku, mudah-mudahan ada banyak hikmah yang bisa diambil.

Sumber : Keluar dari Kemelut Hidup (Ust. Yusuf Mansyur)

 

One response to “Cerita tentang Kesempurnaan Niat.

  1. bintang

    29 Oktober 2014 at 11:06 pm

    bang… buku ustad yusuf mansur yg “keluar dari kemelut hidup” abang masi punya ? sy boleh bayarin ga kalo masih ada ?

    bales email ya bang, makasihhh

     

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: