RSS

Mengatasi Hutang

09 Jun

Apakah Anda banyak lilitan hutang? Jangan bingung, mulailah dari yang Anda bisa. Kali ini, saya akan berbagi tips agar terbebas dari lilitan hutang, yaitu :

Mengembangkan perencanaan manajemen hutang. Bila sekarang Anda berada dalam posisi di mana pengeluaran bulanan yang diperlukan tidak dapat dipenuhi dengan cara pandapatan regular bulanan, Anda bisa mengembangkan perencanaan manajemen hutang. Ini dapat membantu Anda keluar dari lilitan hutang yang memberatkan dan tetap menjalani kehidupan keuangan keluarga dengan cukup walaupun harus dengan keterbatasan. Langkah ini harus dilakukan dengan regular dan kesabaran.

Untuk mengembangkan perencanaan manajemen hutang, ikuti langkah-langkah berikut :

1. Cari tahu dengan siapa Anda berhutang dan berapa jumlah yang dihutangkan
2. Tentukan berapa nilai yang bisa Anda sisihkan untuk pembayaran
3. Buat perencanaan untuk menyelesaikan masalah hutang ini

1. Cari tahu dengan siapa Anda berhutang dan berapa jumlah yang dihutangkan

Langkah pertama dan terpenting adalah dengan mencari tahu dengan siapa Anda berhutang dan berapa saldo yang masih sisa. Ado beberapa hal yang sebaiknya Anda cantumkan dari daftar seperti :

  • Nama kreditur, alamat dan nomor telpon
  • Kolateral bila ada
  • Saldo akhir pembayaran
  • Jumlah pembayaran yang masih tersisa
  • Besarnya cicilan bulanan yang harus dibayar
  • Tanggal jatuh tempo
  • Jumlah dan tanggal pembayaran terakhir
  • Dan tak kalah pentingnya, sisipkan beberapa patah kata yang bisa membuat Anda semangat. Seperti “Semangat, aku pasti bisa melunasi hutang ini

2. Tentukan berapa nilai yang bisa Anda sisihkan untuk pembayaran

Sekarang Anda memiliki data berkaitan dengan hutang-hutang Anda. Selanjutnya, adalah mencari dana untuk membayar cicilan hutang. Langkah yang bisa Anda lakukan adalah dengan membuat catatan pengeluaran setiap bulannya dan cari lubang di mana Anda dapat mengurangi pengeluaran Anda untuk menambah jumlah cicilan yang dibutuhkan.

Langkah lain yang bisa Anda lakukan adalah menjual asset yang Anda miliki. Hal ini tentunya bila hutang Anda sudah sangat tinggi dan Anda sangat kesulitan untuk dapat membayar cicilan walau hanya sebatas minimum.

Langkah lain yang bisa dilakukan adalah menambah pendapatan bulanan, misalkan dengan bekerja paruh waktu akan lebih sering mengambil lembur. Tapi yang perlu disadari adalah, langkah ini hanyalah sementara.

3. Buat perencanaan untuk menyelesaikan masalah hutang ini

Setelah melakukan kedua langkah di atas, tentunya saat ini Anda sudah memiliki gambaran yang jelas mengenai kondisi hutang Anda. Berapa besar yang harus dibayarkan setiap bulannya dan berapa waktu yang dibutuhkan untuk melunasi semua hutang yang masih tersisa. Langkah selanjutnya adalah menentukan berapa cicilan untuk setiap kreditur dan berapa lama waktu yang diperlukan. Usahakan waktu tersebut tidak melampaui masa tiga (3) tahun.

Perencanaan pembayaran cicilan dapat dilakukan dengan beberapa pola pembayaran, misalkan Anda mengalokasikan dana dalam jumlah yang sama bagi setiap kreditur. Atau Anda dapat menggunakan pola di mana pembayaran terbesar dilakukan pada hutang dengan bunga yang terbesar dilakukan pada hutang dengan bunga yang terbesar dan jumlah yang terbesar.

Dibawah ini adalah contoh pola pembayaran yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan hutang yang masih tersisa.

Saran saya, alokasikan dana lebih besar untuk hutang dengan bunga yang paling tinggi. Urutannya adalah jumlah bunga yang tertinggi dibayarkan lebih besar selanjutnya sampai yang terkecil.

Selain mengembangkan perencanaan manajemen hutang. Jangan lupa berdoa, karena tanpa pertolongan-Nya kita tidak bisa berbuat apa-apa. Hutang sekecil apapun, bila tidak ada ijin dari-Nya, akan menjadi masalah yang berbelit-belit.

Sumber : Unknown

About these ads
 
 

Tag:

One response to “Mengatasi Hutang

  1. Michael Mandang

    10 Desember 2012 at 1:47 am

    Sesungguhnya, semua ini telah kuperhatikan, semua ini telah kuperiksa, yakni bahwa orang-orang yang benar dan orang-orang yang berhikmat dan perbuatan-perbuatan mereka, baik kasih maupun kebencian, ada di tangan Allah; manusia tidak mengetahui apapun yang dihadapinya.
    Segala sesuatu sama bagi sekalian; nasib orang sama: baik orang yang benar maupun orang yang fasik, orang yang baik maupun orang yang jahat, orang yang tahir maupun orang yang najis, orang yang mempersembahkan korban maupun yang tidak mempersembahkan korban. Sebagaimana orang yang baik, begitu pula orang yang berdosa; sebagaimana orang yang bersumpah, begitu pula orang yang takut untuk bersumpah.
    Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusiapun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati.

    Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.
    Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.
    Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari.
    Mari, makanlah rotimu dengan sukaria, dan minumlah anggurmu dengan hati yang senang, karena Allah sudah lama berkenan akan perbuatanmu.
    Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.
    Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.
    Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.
    Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.
    Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: