RSS

Burung Bersabar

26 Feb

Dikisahkan pada zaman Nabi Sulaiman AS, hidup seekor burung yang bersuara merdu dan memiliki bulu yang indah. Tertarik dengan suara dan keindahan bulunya, seorang lelaki membeli burung tersebut dengan harga seribu dinar. Beberapa burung lain hinggap di atas sarang burung itu dan berkicau sebentar sebelum terbang. Setelah kedatangan burung-burung itu, burung dengan suara indah malah terdiam. Tak terdengar lagi kicaunya yang merdu.

Pemilik burung itu lantas mengadukan masalahnya kepada Nabi Sulaiman. Beliau bertanya kepada burung itu. ”Pemilikmu punya hak darimu. Dia telah membelimu dengan harga sangat mahal. Lantas mengapa engkau membisu?”

Burung itu menjawab, ”Wahai Nabi Allah, aku berkicau karena sedih dan rindu dengan pasanganku. Aku ingin lepas dari sangkar. Kemudian datang teman-temanku yang memintaku bersabar. Temanku itu bilang, keras kepala hanya akan mendatangkan kesusahan. Lagi pula lelaki itu membeli aku hanya karena cintanya pada suaraku. Maka aku memilih diam.” Mendengar penjelasan si burung, Nabi Sulaiman membebaskan burung itu setelah membayar kepada pemiliknya.

(dikutip dari Hikayat Sufi)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 26 Februari 2010 in Humor

 

One response to “Burung Bersabar

  1. Mamad

    9 Juni 2010 at 11:05 am

    Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam
    sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama
    berjam-jam semetara si petani memikirkan apa yang
    harus dilakukannya.

    Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan
    sumur juga perlu ditimbun (ditutup – karena
    berbahaya);jadi tidak berguna untuk menolong si
    keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk
    datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai
    menyekop tanah ke dalam sumur.

    Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang
    sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian.Tetapi
    kemudian, semua orang takjub, karena si keledai
    menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi
    dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam
    sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.

    Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop
    tan ah dan
    kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang
    menakjubkan. Ia
    mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang
    menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah
    itu.

    Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah
    kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus
    juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera
    saja, semua orang terpesona ketika si keledai
    meloncati tepi sumur dan melarikan diri !

    Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran
    kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk
    keluar dari ‘sumur’ (kesedihan, masalah,dsb) adalah
    dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari
    diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik
    dari ‘sumur’ dengan menggunakan hal-hal tersebut
    sebagai pijakan.

    Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu
    pijakan untuk melangkah.
    Kita dapat keluar dari ‘sumur’ yang terdalam dengan
    terus berjuang,jangan pernah menyerah !

    Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :

    1. Bebaskan dirimu dari kebencian

    2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan

    3. Hiduplah sederhana

    4. Berilah lebih banyak

    5. Tersenyumlah

    6. Miliki teman yang bisa membuat engkau tersenyum

    Seseorang telah mengirimkan hal ini untuk
    kupikirkan,maka aku
    meneruskannya kepadamu dengan maksud yang sama

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: