RSS

Pentingkah Cek Kesehatan Pra-nikah Menurut Muslim?

16 Jun

LONDON (Berita SuaraMedia) – Survey SingleMuslim.com menemukan bahwa Muslim memilih “selamat daripada menyesal” lewat pemeriksaan medis. Sebuah survey yang dilakukan oleh SingleMuslim.com, layanan kontak jodoh berbasis internet terkenal di dunia bagi komunitas Muslim, menyatakan bahwa kebanyakan Muslim yang menyatakan preferensi kepercayaan pemeriksaan kesehatan pra-nikah itu penting.

SingleMuslim.com, sebuah komunitas aktif dengan lebih dari 400.000 orang mencari pasangan potensial untuk dinikahi, baru-baru ini melakukan survey terhadap anggota-anggotanya untuk mencari tahu pendapat mereka tentang kebutuhan melakukan pemeriksaan kesehatan pra-nikah.

2.317 anggota menjawab survey, menunjukkan bahwa 31 persen melihat pemeriksaan kesehatan itu penting, dan 22 persen selanjutnya setuju bahwa mereka akan mendiskusikan pemeriksaan kesehatan dengan pasangan dan keluarga mereka sebelum menikah.

Hanya 12 persen yang tidak berpikir pemeriksaan kesehatan itu dibutuhkan. 35 persen responden mengakui tidak memikirkan hal tersebut.

Pemeriksaan kesehatan pra-nikah terhadap penyakit genetik atau keturunan, HIV/AIDS, dan penyakit menular seksual (PMS) merupakan keharusan di banyak negara, termasuk beberapa bagian Timur Tengah dan Asia.

Walaupun tidak wajib, pemeriksaan kesehatan pra-nikah menjadi semakin populer di negara-negara Barat. Dalam bagian hal ini terkait dengan peningkatan kesadaran kemungkinan dampak penyakit genetis pada tiap anak yang dilahirkan dalam sebuah pernikahan, tapi juga karena perhatian terhadap penyebaran HIV/AIDS dan PMS.

Direktur Utama SingleMuslim.com, Adeem Younis, mengatakan: “Kemungkinan ada dua alasan utama mengapa Muslim di Barat cenderung mempertimbangkan pemeriksaan kesehatan. Masyarakat Barat, sayangnya, memiliki tingkat perceraian lebih tinggi dari masyarakat lainnya, jadi bukan suatu hal yang luar biasa bagi calon pasangan pernikahan sebelumnya telah memiliki lebih dari satu pasangan.”

“Ada banyak juga Muslim di Barat yang tidak terlahir sebagai Muslim tetapi kemudian masuk Islam. Kemungkinannya adalah mereka pernah memiliki beberapa hubungan sebelum berpindah ke Islam. Di bawah situasi tersebut, masuk akal bagi tiap potensi resiko kesehatan untuk benar-benar diukur sebelum menyatakan untuk menikah.”

Dan, dengan lebih dari 50 persen responden setuju kalau pemeriksaan kesehatan pra-nikah itu penting atau perlu dibicarakan sebelum menikah, jelaslah bahwa ini merupakan persoalan yang harus ditanggapi dengan serius oleh para anggota SingleMuslim.com.

Younis percaya bahwa tidak ada yang salah dengan tak terpisahkan saat meminta bakal calon pasangan menjalani pemeriksaan kesehatan pranikah.

Dia mengatakan: “Islam mengajarkan kita `la darar wala dirar`, yang artinya `jangan menyakiti, tidak disakiti`”.

Islam oleh karena itu mendorong kita untuk melindungi diri kita, keluarga kita dan anak-anak kita dari kerugian, dan pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu aspek pengukuran perlindungan yang bisa kita ambil.

“Hal itu bukan berarti kita harus mencurigai calon pasangan kita, pada akhirnya, Islam meminta kita menunjukkan kepercayaan dan keyakinan yang baik terhadap saudara-saudara kita. Pemeriksaan ini hanyalah tindakan pencegahan yang sesungguhnya mencegah persoalan kesehatan serius,” kata Younis.

“Sudah pasti lebih baik selamat dari pada menyesal.” http://www.suaramedia.com

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: