RSS

Rumah Bari Berusia 299 Tahun

19 Jun

Sumber : Infokito

Inilah salah satu rumah Bari, rumah adat Palembang yang masih berdiri kokoh di Jalan Pangeran Sido Ing (PSI) Lautan Lr Manggis No 45, RT 3, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, persis berseberangan dengan Masjid Ki Merogan Kertapati. Dibangun tahun 1780 atau 229 tahun lalu, rumah empat generasi itu mampu mengingatkan masa lampau masyarakat Palembang. Rumah Bari ada dua bentuk, satu berbentuk limas dan satu lagi bentuk gudang seperti bangunan ini. Semua bahan dari kayu unglen. Dinamakan bentuk gudang karena identik dengan tujuan rumah itu dibangun. 
Mempunyai panjang 36 meter dan lebar 14 meter, rumah Bari ala panggung ini dibangun dua tingkat. Tingkat pertama dulunya diperuntukkan untuk menyimpan barang. Sedangkan tingkat kedua untuk tempat tinggal keluarga besar, rumah ini kadang disebut juga Rumah Besak. Dahulunya, rumah ini mampu menampung 50 orang keluarga besar pemiliknya. Sayang, kesan tidak terawat tampak dari luar rumah. Biaya perawatan yang mahal menjadi salah satu alasannya. Jika rumah ini bisa dijaga dan dilestarikan, bukan tidak mungkin menjadi aset wisata di kota Palembang. Namun, dengan kondisi sekarang ditambah tidak adanya perhatian pemerintah, rumah khas Palembang itu tinggal menunggu waktunya hancur.

Rumah Bari warisan keluarga ini sebenarnya meskipun berbentuk panggung tapi terdiri dari dua lantai. Bagian dinding luar rumah sama sekali tidak dicat, dibiarkan natural warna asli kayu. Lantai pertama merupakan gudang tempat penyimpanan barang. Sedang lantai dua untuk tempat tinggal. Lantai pertama ini nyaris tak bersisa. Saat ini lantai pertama itu dipergunakan untuk menyimpan perahu bidar yang panjangnya 20 meter lebih. Meski telah hancur, masih ada beberapa jendela di lantai pertama yang tersisa, bisa menggambarkan kondisi dulu.

Dari bagian depan rumah yang menghadap ke Sungai Ogan, garang (teras rumah tanpa atap) tersisa 50 persen. Sisanya mulai hancur termakan usia. Susunan papan di garang itu sudah tidak lagi beraturan. Namun masih kokoh menopang tubuh yang berdiri di atasnya. Untuk naik ke lantai dua, di depan rumah persis di kiri dan kanan ada tangga dari papan unglen setebal 5 cm dan lebar sekitar 30 cm. Papan tersebut masih begitu kokoh, tak sebanding dengan usianya saat ini.

Di ujung atas tangga, ada pintu yang juga masih kokoh. Kemudian, masuk ke beranda depan dengan susunan papan kecil yang memungkinkan semilir angin masuk ke dalam rumah. Yang menakjubkan, pintu dan jendela untuk menuju ruang tengah rumah itu dibuat dari papan yang sedemikian lebar. Satu daun pintu/jendela sekitar 60-70 cm, tanpa sambungan. Lalu kayu yang dipergunakan membangun rumah ini sebagian tanpa sambungan. Seperti untuk tiang sepanjang 14 meter, utuh satu kayu panjang.

Pada bagian atas jendela dan pintu, terlihat jelas ukiran indah huruf Arab (kaligrafi) bertinta emas. Di bagian dalam rumah ada ruang Mengkilas (tingkatan) yang menyatakan tataran kasta. Ini merupakan warisan budaya Hindu yang masih tersisa. Mengkilas pertama untuk Raden, kedua untuk Masagus, ketiga untuk Ki Agus dan keempat untuk Kemas. Namun, sejak masuknya Islam, Mengkilas tidak ada lagi.

Di dalamnya juga ada tiga kamar tidur berukuran besar. Serta pangkeng (ruang tidur untuk semua keluarga yang belum menikah). Kemudian dapur dan jemuran baju. Sayangnya, bagian dapur mulai terlihat keropos, bagian atapnya mulai rusak. Untuk diketahui, seluruh genteng yang menjadi atap rumah ini masih genteng asli. Di tiap ujungnya terlihat cor semen yang mencuat. Mirip dengan atap Masjid Agung Palembang. Kokoh tegaknya rumah Besak ini ditunjang 100 tiang dari bagian depan hingga dapur.***

***dikutip dari harian sumeks***

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 19 Juni 2010 in Arsitektur, Informasi Penting, Sejarah, Umum

 

Tag: , , ,

2 responses to “Rumah Bari Berusia 299 Tahun

  1. nikon camera lenses

    19 Juni 2010 at 4:42 pm

    wah udah tua banget….

    saksi mati ya….

    makasih banyak infonya…

    salam hangat…

     
  2. isetyabudi

    22 Agustus 2010 at 11:51 am

    apakah dalam lingkup kawasan hanya ada satu jenis rumah ini atau cukup banyak?
    thx infonya

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: