RSS

Dan merekapun berangkat ke Yogyakarta..

26 Jun

Tak biasanya hari ini terasa sepi. Biasanya selalu ramai dengan celotehan keponakan-keponakanku Si Cantik Mbak Mitha dan Si Ganteng Adek Rafif. Biasanya rumah selalu bising, ramai dengan suara-suara aneh dari Adek Rafif dan Mbak Mitha belum lagi kalo udah gangguin adek Danu. Yah, begitulah masa anak-anak yang sangat menyenangkan bila dilihat dari kacamata kita yang sudah dewasa.  Pernah satu waktu di Sekolah Adek Rafif terlambat dijemput. Karena kelupaan langsung aja ku kebut honda kharismaku menuju sekolahnya.  Saat itu kondisi sekolah telah sepi karena memang sudah lewat dari jam pulang. Akupun mencari Adek Rafif dari setiap sudut sekolah yang kalo udah siang panasnya minta ampun. Dan akhirnya, ketemulah Adek Rafif dengan dua kancing baju atas yang udah terbuka, rambut kusut dan kondisi badan yang terlihat letih/capek. Akupun menghampiri. “Bos, dah lama nunggu ya..?”, tanyaku pada Adek Rafif. Dengan langkah gontai Rafif pun menjawab, “Lamo nian Om..!!”, katanya. Akupun tersenyum sambil mengelus kepalanya. “Maaf bos, Om Adi kelupaan.” Kataku kepada Adek Rafif.

Dalam hati ada rasa geli, ada rasa kasihan melihat Rafif yang sudah lama menunggu jemputan untuk pulang.  Dan akhirnya setelah berbicara sebentar di sekolah, kami berdua pun pulang. Sesampai di rumah hilang semua kepenatan, kejengkelan dan marahnya Rafif karena telat dijemput berganti dengan keceriaan yang biasa ditunjukkannya bila sudah bertemu dengan Adik Danunya.

Lain lagi dengan Mbak Mitha. Satu kali pernah ketika pagi mau berangkat ke sekolah. Karena kondisi badanku tidak fit setelah mengalami kecelakaan sehari sebelumnya yang mengakibatkan cidera pada engsel pergelangan tangan kananku. Mbak Mitha marah-marah, “Pokoknya aku harus sampe sekolah tepat waktu, aku ga mau telat.!” Begitu ujarnya. Dengan badan yang masih sakit-sakitan, akupun sekuat tenaga mengendarai sepeda motor kharismaku untuk mengantarkan Mbak Mitha ke sekolah. Dan alhamdulillah akhirnya kamipun sampai di sekolah tepat waktu alias tidak telat.

Begitulah sebagian kecil kisah-kisahku dengan 2 keponakanku yang lucu-lucu itu. Kadangkala ada saja tingkahnya yang membuat kami menjadi tertawa terpingkal-pingkal. Di lain waktu ada kalanya tingkahnya membuat mereka berdua harus dimarahin agar tidak bertengkar. Yah, gitu kalo dah bertengkar, biasanya keduanya sama-sama nangis..

Hari ini, Sabtu 26 Juni 2010 tepatnya tadi sore Mas Haris, Mbak Mitha dan Adek Rafif berangkat ke Yogyakarta karena ayahnya pindah tugas kesana dan merekapun berencana bersekolah disana.

Belum satu hari berpisah dengan bocah-bocah itu, sudah terasa sangat sepi hari-hari kami disini. Yang ada cuma mencoba mengingat tingkah pola mereka berdua selama di Jambi. Sedih berpisah dengan mereka berdua. Tapi demi kesuksesan mereka kelak, perpisahan menjadi jalan terbaik bagi mereka untuk sukses di Yogyakarta.

Tak lupa pesan Om Adi kepada kedua keponakanku tersayang, “Jangan nakal, nurut kata ayah, jangan jajan sembarangan, rajin belajar, bantu ayah bersih-bersih rumah, jangan bertengkar, kurangi nonton film kartunnya, saling jaga satu sama lain dan yang terpenting jangan lupa sholat ya, sayang…”

Selamat jalan sayang semoga sukses selalu menyertaimu berdua. Amien.

Jangan lupa telpon Ibu dan Om Adi di Jambi ya…

Love U Both…

Om Adi…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Juni 2010 in Hikmah, Umum

 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: